Hodgson Mendadak Populer di Liga China

Hodgson Mendadak Populer di Liga China

Roy Hodgson tak perlu risau memikirkan pekerjaan selanjutnya usai mundur dari jabatan sebagai pelatih tim nasional Inggris. Menurut agensi olahraga yang menangani Liga Super China, banyak kesebelasan dari kompetisi itu yang menginginkan jasanya sebagai pelatih.

Bahkan Hodgson telah mendapatkan tawaran dari Irena, perusahaan yang menaungi 12 klub Liga Super China.

“Banyak klub yang menginginkan manajer kelas dunia,” kata Eric Gao, pemimpin Irena, seperti dikutip dari The Guardian. “Saya dengar saat ini tak banyak manajer [di Inggris] yang kosong saat ini. Saya kira ada banyak kesempatan untuk Hodgson. Mereka akan dengan senang hati mendapatkannya.”

Liga Super China kini sedang berada dalam masa kejayaan setelah adanya aliran dana dari perusahaan-perusahaan besar China, seperti Evergrande, Grup Suning, atau Alibaba.

Dalam dua bursa transfer terakhir, Liga Super China juga mengagetkan dunia dengan kekuatan finansialnya. Pada bursa transfer musim dingin Januari lalu, klub-klub China menggelontorkan lebih dari 100 juta euro untuk mendapatkan pemain-pemain top Eropa.

Total dana yang dikeluarkan Liga Super China untuk membeli pemain di dua bursa transfer mencapai 340 juta euro.

Ramires, Jackson Martinez, dan Gervinho adalah nama-nama tenar yang berhasil direkrut oleh klub-klub Liga Super China. Kejutan makin bertambah saat Jiangsu Suning berhasil merekrut Alex Teixeira dengan nilai 50 juta euro.

Mantan manajer tim nasional Brasil dan Chelsea, Luiz Felipe Scolari, kini juga melatih klub Guangzhou Evergrande, dan Gao yakin ada peluang untuk Hodgson sukses di Timur Jah.

“Ya. Ia memiliki sosok yang cocok dengan klub Liga Super China” kata Gao.

“Saya tahu sejumlah klub yang menginginkan adanya investor internasional untuk menjadi pemegang saham mereka, dan sesuatu akan terjadi dalam waktu dekat. Mereka ingin mengganti DNA sepak bola, mereka menginginkan investasi dari seluruh dunia, meningkatkan nilai brand, pelatih, manajer, dan para pemain secara sistematis, bukan satu per satu, tapi kelompok per kelompok.”

12 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply