Akhir dari Perjuangan Hebat Italia-nya Conte

Akhir dari Perjuangan Hebat Italia-nya Conte

Era Antonio Conte di tim nasional Italia telah berakhir. Italia-nya Conte membuktikan bahwa dengan kerja keras hasil-hasil tak terduga bisa diraih.

Conte tak seberuntung Joachim Loew, Marc Wilmots, Didier Deschamps, atau bahkan Roy Hodgson. Dia tak diberkahi kumpulan pemain-pemain bintang yang menonjol di klub masing-masing.

Alhasil, Conte pun membawa skuat yang jauh dari kata “wah” di Piala Eropa 2016. Tak mengherankan kalau kemudian Italia tak dijagokan untuk menjadi juara.

Akan tetapi, Italia secara mengejutkan mampu melewati fase grup dengan sangat mulus. Pada partai pembuka, Gli Azzurri menundukkan tim favorit Belgia dengan skor 2-0. Kemenangan 1-0 atas Swedia pada laga berikutnya memastikan mereka lolos ke fase gugur sebagai juara grup.

Di babak 16 besar, Italia membuat kejutan besar lainnya. Mereka tampil mengesankan untuk menyingkirkan juara bertahan Spanyol lewat kemenangan 2-0.

Pada laga perempatfinal melawan juara dunia Jerman di Stade de Bordeaux, Bordeaux, Minggu (3/7/2016) dinihari WIB, Italia memberi perlawanan sengit. Sempat tertinggal oleh gol Mesut Oezil, mereka mampu menyamakan skor menjadi 1-1 melalui penalti Leonardo Bonucci.

Drama adu penalti akhirnya menjadi penentu nasib Italia. Dewi fortuna lebih berpihak kepada Jerman dan mereka akhirnya menyerah 5-6.

Meski timnya gagal melaju lebih jauh, Conte yakin sudah meninggalkan warisan penting selama menangani Italia. Apakah warisan tersebut?

“Warisan dari tim ini adalah membuktikan bahwa di mana ada kemauan, di sana ada jalan. Dengan kerja keras Anda bisa mencapai hasil-hasil yang tak terduga, jadi amat disayangkan kami harus tersingkir dengan cara seperti ini,” ucap Conte seperti dikutip Football Italia.

“Kami bahkan dalam posisi unggul sebelum penalti keempat, tapi Jerman adalah tim yang sangat kuat. Kami yakin dengan peluang kami dan pada akhirnya kekecewaannya sangat besar,” tambahnya.

“Saya tak akan pernah bosan berterima kasih kepada ke-23 pemain, para staf, tim medis, dan kitman. Kami telah menciptakan sesuatu yang ajaib di sini,” lanjut mantan pelatih Juventus itu.

“Kemenangan terbesar saya adalah bekerja bersama tim ini karena mereka benar-benar memberi saya segalanya. Ketika Anda memiliki itu, tidak akan ada saling tuding atau penyesalan,” kata Conte.

“Mereka melampaui rintangan-rintangan dan saya pikir sudah seharusnya orang-orang menghargai itu. Ketika Anda melihat kerja, pengorbanan, dan antusiasme… saya pikir ini adalah nilai-nilai terbaik untuk disalurkan kepada para suporter dalam pertandingan,” katanya.

Setelah ini, Conte akan kembali menangani klub. Dia akan melatih Chelsea mulai musim depan.

38 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply