Mencari Ketum Baru untuk PSSI (yang Semoga Juga Baru)

Mencari Ketum Baru untuk PSSI (yang Semoga Juga Baru)

Setelah dibekukan Menpora, PSSI diharapkan muncul sebagai federasi ‘baru’ yang fokus pada prestasi ketimbang bergelut dengan masalah di sana-sini. Siapa sosok ketua umum yang bisa memenuhi harapan ratusan jutaan orang Indonesia itu?

Kalau ada harapan yang tak pernah putus, mungkin itu adalah milik publik sepakbola Indonesia yang ingin punya kompetisi sehat dan tim nasionalnya berprestasi. Tak perlu muluk-muluk jadi juara Asian Games atau juara Piala Asia. Cukuplah memenangi emas SEA Games, atau mengikuti Thailand yang kini sudah melangkah jauh hingga kualifikasi ketiga Piala Dunia 2018 Zona Asia. Sayangnya, entah mengapa, menjuarai Piala AFF saja rasanya sulit betul.

Kurun 25 tahun jelas bukan periode penantian yang singkat. Sudah seperempat abad sejak tim nasional Indonesia meraih prestasi. Kalau Anda ingat ketika itu, Indonesia meraih medali emas SEA Games 1991 yang dilangsungkan di Filipina.

Setelah itu prestasi sepakbola Indonesia ya berjalan di situ-situ saja, kalau tidak mau dibilang melangkah mundur. Tiket ke Piala Asia memang berhasil diraih pada empat penyelenggaraan beruntun, tapi kiprah ‘Skuat Garuda’ tak bisa lebih jauh dari fase grup. Kalau mau dibilang sebuah capaian, Evan Dimas dkk beberapa tahun lalu berhasil memberi gelar juara. Tanpa memandang remeh, itu diraih di level junior.

Dalam satu dekade terakhir sepakbola Indonesia malah lebih banyak diwarnai konflik. Mulai dari dualisme liga, dualisme kepengurusan, dan ketidakpatuhan pada aturan main pemerintah yang berujung jatuhnya sanksi pembekuan.

Bertepatan dengan Hari Pahlawan, 10 November besok, PSSI menggelar kongres untuk kali kedua di tahun 2016 ini. Organisasi berusia 86 tahun itu akan memilih ketua umum barunya. Seperti disebutkan di awal tulisan, pemilihan ketua umum ini diharapkan memunculkan pemimpin yang bisa menjadikan PSSI sebagai federasi yang benar-benar baru. Federasi yang menjalankan peran dengan sebaik-baiknya untuk mengembangkan sepakbola nasional.

Bagaimana nasib sepakbola Indonesia dalam setidaknya empat tahun ke depan akan ditentukan di Hotel Mercure, lokasi kongres besok. Sudah sering terdengar kalau ada transaksi-transaksi dalam pemilihan ketua umum. Benar atau tidaknya, kita berharap proses pemilihan ketua umum yang baru kali ini berjalan bersih dan adil. Sekali lagi, itu akan menjadi awal bagaimana sepakbola Indonesia akan dibangun dan diarahkan.

Penting untuk Indonesia segera membangkitkan industri dan prestasi sepakbolanya. Dengan negara-negara tetangga dekat sudah berjalan jauh lebih cepat, Indonesia yang sebelumnya jadi salah satu kekuatan utama ASEAN kini sering tidak bisa berbuat banyak saat berhadapan dengan mereka. Jika di kawasan regional saja sulit, bagaimana bisa melangkah ke level yang lebih tinggi?

Kembali ke pemilihan ketua umum, setidaknya publik (baca: voters) kini punya pilihan baru yang berbeda dibanding sebelum-sebelumnya. Ada mantan pemain yang bertarung dalam pencalonan tersebut, dia Kurniawan Dwi Yulianto. Sebagai mantan pemain, Kurniawan bisa jadi paham betul masalah-masalah sepakbola Indonesia yang tak kunjung bisa teratasi. Sebagai mantan pemain, dia bisa sangat berpihak pada pemain yang nasibnya sering ditelantarkan klub dan kurang dibela federasi.

Kurniawan akan bersaing dengan delapan nama lainnya. Dua di antaranya adalah pengusaha (Sarman El Hakim dan Erwin Aksa) sementara ada juga muka-muka lama pengurus PSSI dan klub (Djohar Arifin Husin, Tonny Apriliani, Eddy Rumpoko, dan Bernhard Limbong). Sementara dua lainnya datang dari barak (Letjen TNI Edy Rahmayadi dan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko).

Kongres besok juga akan memilih nama-nama yang akan menduduki posisi wakil ketua umum dan Anggota Komite Eksekutif. Untuk posisi wakil ketua umum ada 18 orang kandidat. Sedangkan anggota Komite Eksekutif PSSI jumlahnya ada 59 orang.

Nasib dan masa depan sepakbola Indonesia ada di tangan 105 voters pemilik suara pada Kongres PSSI. Kita berharap, sekali lagi, semoga terpilih sosok yang bisa menciptakan masa depan dan prestasi lebih baik untuk sepakbola Indonesia.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply