Persebaya Bakal Seret Gede Widiade ke Ranah Hukum

Persebaya Bakal Seret Gede Widiade ke Ranah Hukum

Batalnya agenda kongres PSSI untuk mengembalikan status Persebaya Surabaya sebagai anggota asosiasi sepak bola Indonesia tersebut membuat Bonek berang.

Bonek–sebutan untuk para pendukung setia Persebaya–yang berada di luar hotel Mercure—tempat Kongres Biasa PSSI digelar pun berang ketika mendengar pembatalan agenda yang sebelumnya telah dijanjikan itu.

Menanggapi pembatalan agenda tersebut, Direktur Pengembangan Usaha dan Bisnis Persebaya, Kardi Suwito mengatakan akan menyeret Gede Widiade ke ranah hukum. Gede dianggap telah menyalahgunakan atribut Persebaya di dalam Kongres Biasa Pemilihan PSSI di Hotel Mercure, Ancol, Kamis (10/11).

Kardi hadir di Kongres PSSI menggunakan ID Card sebagai observer atau peninjau. Sedangkan voter atas nama Persebaya disebut Kardi dipegang oleh CEO Persebaya PT. MMIB (Mitra Muda Inti Berlian) yang kini telah berganti nama menjadi Bhayangkara FC, Gede Widiade.

“Posisi saya di sini sebagai observer. Saya yang ditugaskan membawa Mandat dari klub (Persebaya) dan sudah saya serahkan tadi ke Pak Agum (Gumelar). Setelah ini seharusnya Persebaya bisa ikut kompetisi,” kata Kardi kepada wartawan peliput kongres PSSI.

Alasan kedatangan Kardi ke Kongres PSSI kali ini tak lain untuk memuluskan keinginan masyarakat Surabaya agar klub kebanggaan mereka, Persebaya, kembali disahkan dan memiliki status yang jelas di mata PSSI sehingga bisa ikut di kompetisi.

“Saya malah melihat voters yang menggunakan nama Persebaya. Kalau ia menggunakan nama Persebaya maka ia memalsukan secara hukum. Itu yang datang adalah Bhayangkara FC. Tempat kita diisi orang lain,” tutur Kardi kesal.

“Coba dilihat, itu mandatnya pakai Kop (surat) apa. Kalau pakai Persebaya berarti itu palsu dan bisa dituntut secara hukum. Mandatnya ada sama saya dan sudah saya serahkan ke Agum,” imbuhnya.

Sebelumnya, pengesahan status Persebaya dan klub lainnya telah ditetapkan di rapat Komite Eksekutif PSSI (Exco) di Solo pada awal September silam.

Exco memutuskan “Bajul Ijo” diterima kembali sebagai anggota PSSI dan akan mulai berkompetisi di Divisi Utama. Namun, pengesahan harus ditetapkan di Kongres.

Bonek menuntut PSSI menghargai keputusan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya memenangkan gugatan Persebaya yang berada di bawah naungan PT Persebaya Indonesia atas logo dan merek klub Persebaya. Dalam beberapa tahun terakhir merek dan logo tersebut digunakan Persebaya yang dikelola PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB). Persebaya MMIB kini telah berganti nama menjadi Bhayangkara Surabaya United setelah merger dengan PS Polri.

Meski Persebaya Surabaya menjadi satu dari empat klub yang ditolak untuk kembali masuk menjadi anggota PSSI selain Arema Indonesia, Persiwangi Banyuwangi dan Lampung FC, Kardi tetap akan menuntut pengesahan Persebaya untuk bisa ikut kompetisi musim depan.

“Saat ini justru kembali diserahkan lagi ke voters, padahal pembahasannya sudah dilakukan di KLB [awal Agustus] 2016 dan pada penentuan sidang [hari ini] seharusnya sudah ketok palu,” ujarnya.

“Saya akan tuntut yang pakai nama Persebaya dan saya akan lihat dulu bagaimana kop [surat]-nya. Karena secara hukum dari Kementerian Hukum dan HAM, kami kami sah sebagai yang menggunakaan nama persebaya,” pungkasnya.

Terkait Bonek yang mengancam akan melakukan aksi besar-besaran di Surabaya, Kardi mengaku tidak bisa meredam. Saat ini Bonek sudah berada di area kongres di Hotel Mercure, Ancol.

Bahkan beberapa di antaranya sudah berada di depan ruangan kongres. “Saya tidak bisa meredam, yang bisa meredam bonek hasil kongres ini,” tutupnya.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply