Arema akan menerapkan sistem transisi bermain

Arema akan menerapkan sistem transisi bermain

Dalam uji tanding melawan Bali United beberapa waktu lalu, ada satu kelemahan Persib yang tampak begitu jelas bisa dimaksimalkan oleh para pemain Bali United yang memiliki kecepatan yang tinggi, yaitu transisi dari menyerang ke bertahan.

Saat menyerang, kerap kali pemain Persib selalu telat kembali ke posisinya masing-masing, terutama fullback yang kerap terlalu maju sehingga ada ruang yang bisa dieksploitasi di sayap. Bukan hanya fullback, kerap juga terjadi bek tengah maju terlalu depan membantu serangan, dan pada akhirnya menjadi target serangan balik karena telat bertransisi dari menyerang ke bertahan.

Arema adalah tim-tim dengan pemain-pemain yang cepat macam Nasir, Vizcarra, serta Adam Alis. Ditopang juga oleh Hanif yang bisa memainkan peran box-to-box, maka jika Persib kembali gagal bertransisi dengan baik dari menyerang bertahan ke bertahan, hal tersebut bisa dimanfaatkan oleh para pemain Arema untuk menyerang. Catatan lain, bek-bek Persib pun cukup lemah perihal adu lari dengan pemain lawan.

Jika Persib kembali menampilkan permainan yang buruk ketika bertransisi dari menyerang ke bertahan, maka jangan heran jika Persib kembali meraih hasil negatif dalam pertandingan kali ini. Apalagi Arema adalah tim yang juga cukup mahir dalam melakukan serangan balik cepat ke pertahanan lawan-lawannya.

Transisi akan menjadi kunci bagi Persib dalam laga ini. Transisi buruk, maka hasil yang didapat juga akan buruk bagi Persib. Tapi jika mereka mampu bertransisi dengan baik, maka mereka setidaknya akan memberikan perlawanan yang cukup sengit bagi Arema, dan mungkin saja meraih kemenangan di laga perdana Gojek Traveloka Liga 1 ini.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply