Mundari: Nirwan Bakrie Inginkan Indriyanto ke Pelita Jaya

Mundari: Nirwan Bakrie Inginkan Indriyanto ke Pelita Jaya

Mantan pelatih Timnas Indonesia usia muda, Mundari Karya, mengungkap fakta di balik transfer Indriyanto Nugroho pada 1996. Kala itu nilai transfer Indriyanto dari Arseto Solo ke Pelita Jaya hanya dihargai Rp100.

Mundari mengatakan transfer Indriyanto ada di bawah kendali pemilik klub Pelita Jaya, Nirwan Bakrie. Saat itu Nirwan juga merupakan direktur komite Timnas Indonesia sekaligus penyandang dana utama proyek Primavera yang mengirimkan Indriyanto ke Italia untuk menimba ilmu sepak bola selama dua tahun.

Indriyanto, kata Mundari, saat itu masih 16 tahun ketika terjaring di akademi Arseto Solo. Indriyanto kemudian mencoba program PSSI Primavera dan terpilih.

“Setelah dari Italia dia pulang dan harus perkuat klub. Pada saat itu Arseto mengklaim Indriyanto pemain Arseto. Dia kemudian jadi rebutan antara Pelita dan Arseto,” ucap Mundari ketika dihubungi CNNIndonesia.com.

“Nirwan kekeh [klaim] dia yang bina dari muda belajar di Italia dan tidak mau lepas [Indriyanto]. Akhirnya Arseto mau lepas, tapi dengan nilai Rp100 untuk Indriyanto. Posisi saya di situ sebagai pemain dan asisten pelatih terutama untuk pemain muda di Pelita Jaya,” ujar Mundari.

Mundari mengakui awalnya pihak Pelita Jaya ambil Indriyanto dari akademi SSB Arseto Solo. Namun setelah Indriyanto jadi bagus, katanya, Arseto klaim dia harus balik lagi.

“Akhirnya Arseto mengalah, ya sudahlah bayar aja. Benar-benar diterima uang seratus perak itu. Terjadi seperti itu,” ujar Mundari.

“Pelajarannya yang diambil dari peristiwa transfer itu, sekarang sudah lebih jelas keberadaan SSB [Sekolah Sepak Bola]. Dulu tidak ada SSB, sekarang sudah ada kesatuan pemain-pemain juga. Sudah jelas ada perjanjian,” ucap Mundari.

Usai pensiun pada 2013, Indriyanto sekarang sibuk melatih SSB Kabomania dan Kabomania FC. Mundari berharap performa Indriyanto sebagai pelatih bisa sama bagusnya ketika dia aktif menjadi pemain.

“Itu yang kami harapkan. Saat Indriyanto selesai sebagai pemain, tidak putus dari sepak bola dan lanjut sebagai pelatih. Pengalaman dia ini yang bisa dia transfer ke pemain muda,” tutur Mundari.

“Sekali lagi, untuk jadi pelatih sepak bola harus punya latar belakang yang bagus. Tapi memang bagusnya jadi pelatih itu ada tahapan. Jangan hanya karena dia punya nama, langsung pegang Liga 1. Lebih bagus seperti Indriyanto ini, dia matangkan skill pelatih di akademi,” ujar Mundari.

Lebih lanjut Mundari mengaku saat ini ia ditunjuk AFC untuk jadi instruktur kursus kepelatihan. Ia mengabarkan pada akhir tahun ini ada kursus kepelatihan lisensi A sekitar akhir Desember. Indriyanto sudah memegang Lisensi B AFC.

“Makanya sayang sekali kalau Indriyanto tidak ikut. Karena teman-teman seangkatannya seperti Kurnia Sandy, Ansyari Lubis, sudah ikut semua,” ucap Mundari

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply