Federasi Sepak Bola Jerman Dengan Tegas Tolak Tuduhan Rasis Mesut Ozil

Federasi Sepak Bola Jerman Dengan Tegas Tolak Tuduhan Rasis Mesut Ozil

Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) berapi-api menolak tuduhan rasisme yang dilontarkan Mesut Ozil saat mengundurkan diri dari tim nasional.

Ozil mengumumkan pensiun dari kancah internasional pada hari Minggu (22/7) di usia 29 tahun. Pemain Arsenal itu mengaitkannya keputusan mundurnya dengan isu rasisme. Dia mengecam presiden DFB karena reaksinya setelah dia dan Ilkay Gundogan foto bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di London pada bulan Mei lalu.

Kini DFB menyesalkan kepergian Mesut Ozil dari timnas dan tetap sangat berterima kasih untuk penampilannya yang luar biasa saat mengenakan seragam timnas Jerman. Tapi mereka dengan tegas menolak tuduhan rasisme yang dilontarkan Ozil.

“Kami dengan keras membantah – secara mendasar dalam pandangan perwakilan kami, rekan, klub dan upaya jutaan relawan – bahwa DFB dikaitkan dengan rasisme,” bunyi pernyataan DFB dikutip dari dailymail.co.uk (23/7).

“Keanekaragaman adalah kekuatan, tidak hanya di sepakbola. Inilah sebabnya pekerjaan kami dalam integrasi di semua tingkatan sangat penting. Mulai dari tingkat amatir hingga tim nasional, pemain wanita dan pria dengan latar belakang imigrasi termasuk dalam DFB. Kami bermain dan hidup bersama dengan akar keluarga, agama dan budaya yang berbeda. Apa yang menyatukan kita semua di dalam dan di luar lapangan adalah menghormati hak asasi manusia yang berlabuh di dalam konstitusi, menganjurkan kebebasan berpendapat dan pers serta menghormati, toleransi dan permainan yang adil. Pengakuan atas nilai-nilai fundamental ini penting bagi setiap pemain, pria atau wanita, yang bermain untuk Jerman,”

“Foto-foto dengan Presiden Turki Erdogan menimbulkan pertanyaan bagi banyak orang di Jerman. Kami cukup kritis untuk mengakui bahwa DFB juga berkontribusi pada hal ini dengan cara kami menangani masalah ini dan kami sangat menyesal Mesut Ozil merasa dia tidak diberikan perlindungan yang memadai, seperti yang terjadi pada Jerome Boateng, ketika dia menjadi korban penghinaan rasis. Namun, penting Mesut Ozil, Ilkay Gundogan, memberikan jawaban tentang foto ini, terlepas dari bagaimana turnamen di Rusia kami berakhir. Di DFB, kami menang dan kami kalah bersama, sebagai sebuah tim.”

Jerman datang ke Rusia dengan status juara bertahan Piala Dunia, namun pasukan Joachim Low tersingkir di fase grup.

Ozil mengunggah pernyataan panjang di media sosial pada hari Minggu (22/7), berisi penegasan bahwa dia tidak melakukan kesalahan pada pertemuan dengan Erdogan. Menurutnya ketika berfoto dia tidak mewakili Jerman, melainkan atas nama pribadi. Namun pihak yang kontra menganggap setiap pemain merepresentasikan negaranya. (Sumber: dailymail.co.uk)

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply