Indra Sjafri: Liga Desa Nusantara Gudangnya Pemain Berbakat

Indra Sjafri: Liga Desa Nusantara Gudangnya Pemain Berbakat

Pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri mendorong pelaksanaan Liga Desa Nusantara. Ajang itu akan membantu anak-anak untuk unjuk gigi.

Hal itu diungkapkan Indra dalam pertemuan bimbingan teknis (bimtek) lanjutan Liga Desa Nusantara 2018 yang digelar oleh Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi RI (Kemendesa PDTT).

Bimtek tersebut digelar di Jakarta pada Jumat (3/8/2018) dan berlangsung sejak 1 Agustus kemarin. Dalam salah satu sesi bimtek tersebut juga turut dihadiri Ketua Komisi V DPR RI Fary Francis.

Indra menilai anak-anak desa memiliki potensi dan skill luar biasa dalam bermain sepakbola. Hal itu pernah dirasakan sendiri olehnya ketika blusukan mencari pemain dari berbagai pelosok tanah air.

“Pemain sepakbola itu paling banyak bukan di kota besar. Ini pengalaman pribadi, dari dua generasi timnas U-19 yang saya bentuk, setelah dilihat profilnya ternyata banyak anak desa,” kata Indra Sjafri.

“Kenapa orang desa lebih berkualitas? Meski bukan berarti anak kota tidak bisa main bola. Jawabannya karena anak desa lebih banyak gerak dibandingkan anak kota,” dia menambahkan.

Oleh karena itu, anak-anak desa diharapkan mendapatkan banyak kesempatan untuk tampil. Dari sana lah, akan muncul calon-calon penggawa timnas Indonesia.

“Dari diskusi soal teknis, di desa itu masih banyak lapangan yang terbuka, aturan dari orangtua tidak terlalu ketat dalam arti positif. Di desa pula anak-anak mengejar hewan buruan, mengejar bus atau angkutan umum. Intinya anak desa melakukan lebih banyak hal, sehingga membuat dia kaya gerak,” Indra menambahkan.

Di sisi lain, Fary Francis juga mendorong Kemendesa RI untuk memperbesar cakupan pelaksanaan Liga Desa. Tahun ini Kemendesa menggelar Liga Desa di 12 provinsi. Jumlah itu meningkat dari tahun lalu ketika hanya digelar di 2 provinsi, Banten dan Jawa Barat.

Untuk tahun ini Liga Desa diselenggarakan di 12 provinsi, meliputi Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, NTT, dan Maluku Utara.

“Kalau mau serius dengan Liga Desa, sebagai Ketua Komisi V DPR RI yang merupakan mitra kerja Kemendesa, saya pasti beri dukungan,” kata Fary Francis.

Bentuk dukungan itu dengan pembahasan anggaran di Kemendesa dalam APBN 2019 mendatang. Dalam pembahasan anggaran itu nantinya Fary Francis akan berusaha maksimal untuk mengawal pelaksanaan Liga Desa Nusantara.

Menurut Fary Liga Desa bisa membantu PSSI dalam mencari pemain. Sebab, ada database yang menjadi pegangan untuk memanggil pemain yang diproyeksikan ke tim nasional.

“Lebih jauh Liga Desa ini memecahkan persoalan PSSI. Bisa kami hitung kalau memang Liga Desa bergulir di 12 provinsi dan melibatkan 1.200 desa, berarti berapa ribu database pemain yang akan didapat? Ini sangat membantu PSSI, karena PSSI belum punya banyak database pemain,” ujar Fary Francis yang juga Ketua Departemen Sport Intelligent PSSI ini.

Fary Francis juga mengusulkan kepada Kemendesa agar hadiah juara Liga Desa tidak melulu uang. Bisa berupa bantuan sarana dan prasana (sarpras) olahraga, dalam hal ini lapangan yang memenuhi standar minimal nasional.

“Ini usul Ketua Komisi V, bahwa hadiah Liga Desa sebaiknya berupa lapangan. Ini serius, apa yang bisa kita buat bersama untuk Liga Desa, karena memang ada anggaran sarpras bantuan lapangan yang bisa dipakai Kemendesa,” ujar pria pemiliki SSB Atambua, NTT itu.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply