Ozil Pensiun Dari Timnas Jerman, Muller: Tidak Ada Rasisme Di Internal Tim

Ozil Pensiun Dari Timnas Jerman, Muller: Tidak Ada Rasisme Di Internal Tim

Salah satu penggawa senior tim nasional Jerman, Thomas Muller, mengungkapkan jika di tubuh Der Panzer tidak ada yang namanya diskriminasi rasial. Isu panas yang beredar belakangan ini terutama setelah keputusan Mesut Ozil untuk mundur dari tugas kenegaraan dianggapnya hanya akal-akalan media.

Menurut Muller bahkan pihak federasi (DFB) juga sudah berusaha untuk melindungi pemain-pemainnya. Akan tetapi media yang tidak bertanggung jawab justru terus menyerang isu yang sama sehingga menimbulkan situasi yang tidak kondusif.

Gelandang asal Bayern Munchen tersebut bukannya tidak mendukung Ozil yang merasa dikambinghitamkan atas kegagalan Jerman di Piala Dunia lalu namun ia hanya tidak ingin publik memandang timnasnya rasis. Muller hanya berharap perbedaan pendapat soal keputusan rekannya tersebut segera berakhir.

“Semua ini disebabkan oleh pihak luar. Perdebatan pasal ini (rasial) terus diputar oleh media sehingga federasi dan pemain menjadi korban. DFB selalu ingin menjaga kedamaian dan mendinginkan suasana namun media selalu menanyakan hal yang sama,” papar Muller pada Four Four Two.

“Media bisa menjual berita mereka karena isu ini. Pemain sendiri awalnya bersikap biasa saja namun kemudian terpancing untuk bereaksi. Itu biasa. Semoga saja semuanya cepat mereda dan fokus ke sepak bola dikembalikan,” tambah pemilik 94 caps bersama Die Mannschaft itu.

Jerman butuh pemain yang “lapar”

Aksi gantung sepatu Ozil di usianya yang baru menginjak 29 tahun memang mengundang beragam reaksi namun kecaman justru lebih banyak dilontarkan dari kubu petinggi dan legenda Jerman. Salah satunya adalah Franz Beckenbauer yang merasa jika playmaker berdarah Turki itu tidak punya rasa nasionalisme.

Hal ini diutarakan oleh Beckenbauer berdasarkan kebiasaan Ozil untuk tidak menyanyikan lagu kebangsaan secara lantang. Defender tangguh Tim Panzer era 1965-1977 tersebut secara tersirat mengecam karena Ozil lebih terlihat mengunyah permen karet saat tiba waktunya bernyanyi.

“Dari sudut pandangku Jerman telah mengalami penurunan motivasi setelah menjuarai Piala Dunia (2014). Revolusi menggunakan pemain-pemain yang masih lapar diperlukan,” ungkap Benckenbauer pada Bild.

“Menyanyikan lagu kebangsaan juga punya peran besar. Mereka yang bernyanyi dengan keras akan bermain lebih lepas ketimbang mereka yang memilih makan permen karet,” pungkasnya.

Ozil sendiri sudah lama memberikan klarifikasi soal pilihannya tidak bernyanyi lantang. Dalam autobiografi-nya ‘Die Magie des Spiels’ maupun wawancara dengan Mission Titel pemain kidal itu berujar jika ia tetap bernyanyi namun sembari melantunkan do’a sebagaimana rutinitasnya saat bermain di level klub. (Sumber: Goal, Four Four Two)

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply